PROMO: Potongan Rp 500.000 Paket Pro! Klaim Promo
Blog Panduan Dasar

Yang sering salah waktu minta buatin website (dan bagaimana menghindarinya)

E
Tim Erjeweb
2026-04-12
Checklist kesalahan pembuatan website
Checklist kesalahan pembuatan website

Banyak sekali proyek website yang berakhir mengecewakan bukan karena vendornya jelek, tapi karena di awal sudah salah langkah.

Banyak sekali proyek website yang berakhir mengecewakan bukan karena vendornya jelek, tapi karena di awal sudah salah langkah.

Kesalahan #1: Tidak Siap Konten

Paling sering terjadi. Kamu pesan website, tapi konten teks & foto belum siap. Proyek molor, vendor frustrasi, kamu merasa “kok lama sekali?”

Cara hindari: Siapkan dulu minimal: logo, foto produk/tim, teks About Us, daftar layanan, dan foto yang representatif.

Kesalahan #2: Pilih Vendor Hanya Karena Paling Murah

Harga Rp 200 - 300 ribu terdengar menggiurkan. Tapi 4 bulan kemudian website lemot, sering error, dan vendornya sudah tidak bisa dihubungi.

Cara hindari: Tanya dulu: “Kalau ada masalah setelah 3 bulan, masih bisa dibantu?” Lihat portofolio nyata, bukan hanya mockup.

Kesalahan #3: Brief yang Kabur

“Kira-kira seperti ini ya…” tanpa contoh referensi. Hasilnya desain tidak sesuai ekspektasi dan revisi bolak-balik.

Cara hindari: Kirim 2–3 contoh website yang kamu suka + jelaskan apa yang kamu suka dari masing-masing.

Kesalahan #4: Harap Website Selesai Instan

Website bukan barang jadi yang tinggal beli. Butuh diskusi, revisi, dan testing.

Cara hindari: Beri timeline realistis. Kalau butuh cepat, pilih landing page dulu.

Kesalahan #5: Tidak Bahas Maintenance

Kamu anggap “setelah selesai ya sudah”. Padahal website perlu update rutin.

Cara hindari: Tanya sejak awal: “Ada paket maintenance nggak? Berapa biayanya?”

Pengalaman kami di Erjeweb: klien yang datang dengan brief jelas + konten siap biasanya selesai tepat waktu dan puas 100%. Sisanya hampir selalu ada revisi besar di tengah jalan.

E
Ditulis oleh Tim Erjeweb

Agensi Pembuatan Website

Bagikan: